close
bisnis

“Nihiwatu Sumba” Hotel Terbaik Asal Indonesia

360FEED400000578-0-image-a-10_1467961953587

Apa coba yang kalian tahu tentang wisata di sumba? Yaelah pasti tahu tentang pantainya aja kan? Hemm, iya sih pulau Sumba memang termasuk salah satu provinsi Nusa Tenggara Timur yang banyak menyimpan pantai-pantai indah yang sangat luar biasa. Eitsss, tapi bukan cuman itu aja loh guys. Ternyata Sumba juga menghadirkan hotel terbaik di dunia. Mungkin masih banyak yang bingung dan merasa nggak percaya ya kalau hotel terbaik di dunia ada di Indonesia, tepatnya di Sumba? Ya, hotel tersebut bernama Nihiwatu yang terletak di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur yang terpilih menjadi hotel terbaik di dunia.

Orang Indonesia harus bangga karena Nihiwatu berhasil mengalahkan sederet hotel bergengsi di seluruh penjuru dunia termasuk hotel dari Amerika, Selandia Baru, Australia, Ekuador dan Cile. Gimana sih ceritanya? Yuk kita simak langsung ulasan lengkapnya di bawah ini.

Hotel Nihiwatu terpilih lewat survei tahunan yang dilakukan majalah travel leisure. Setiap tahun majalah travel leisure mengadakan survei untuk memberikan sejumlah penghargaan di bidang pariwisata. Nah, hotel Nihiwatu tampil sebagai pemenang kategori “World’s Best Travel Awards”. Pemenang dalam setiap kategori ditentukan dari hasil survei para pembaca setia majalah. Hotel Nihiwatu tampil sebagai pemenang dengan mengalahkan hotel lainnya di South Carolina, Amerika Serikat dan hotel Huka Lodge di Taupo, Selandia Baru.

Kenapa hotel Nihiwatu bisa terpilih jadi pemenang ya? Hotel Nihiwatu menyajikan banyak jenis penginapan dengan fasilitas yang berbeda-beda. Setidaknya ada 10 jenis penginapan yang ditawarkan di sana, mulai dari vila berbentuk rumah pohon, vila di puncak bukit, vila dengan kolam renang pribadi, vila yang menghadap langsung ke Pantai Nihi dan masih banyak lagi. Hotel Nihiwatu juga menawarkan berbagai macam paket wisata seperti menjelajah air terjun, mengeksplorasi pulau dan melihat kehidupan warga setempat serta memancing dan berselancar.

Apa aja sih keistimewaan hotel Nihiwatu? Selain berada di lokasi yang strategis dan menawarkan fasilitas kelas atas, salah satu keistimewaan hotel Nihiwatu adalah program tanggungjawab sosial yang dibuat manajemen hotel. Sebagian keuntungan yang didapat hotel Nihiwatu selalu disumbangkan ke Yayasan Sumba (Sumba Foundation) untuk kemakmuran masyarakat di sekitar hotel. Pihak hotel juga selalu mengajak tamunya untuk mengenal lebih jauh kehidupan penduduk di sekitarnya. Satu hal yang menarik adalah 90 persen karyawan hotel ini adalah warga lokal. Pengunjung hotel bisa merasakan sensasi berselancar dengan gulungan ombak terbaik sekaligus berjemur di pantai eksotik.

Salah satu aktivitas liburan yang paling digemari pengunjung hotel Nihiwatu adalah berselancar di bibir Samudra Hindia. Pengunjung hotel juga bisa bersantai di pantai privat yang eksotik dan jauh dari keramaian. Kalau bosan dengan wisata pantai pengunjung juga bisa trekking sebentar untuk berendam di bawah air terjun Matayango dan Lapopu. Pihak hotel juga bersedia mengantar para tamu yang ingin berbaur dengan penduduk setempat di desa-desa sekitar hotel maupun di pasar tradisional Waikabubak.

Berapa ya kira-kira budget yang dibutuhkan untuk menginap di hotel ini? Sesuai dengan fasilitas dan keistimewaan yang ditawarkan, harga menginap memang terbilang mahal. Harga per malamnya mulai dari 650 dollar AS (sekitar Rp 8,5 juta) untuk vila dengan satu tempat tidur. Sedangkan vila dengan lima kamar biayanya mencapai 12.000 dollar AS (Rp 157 juta). Itu kalau hari biasa, kalau lagi memasuki high season seperti bulan Juni-Oktober dan Desember-Januari, harganya bisa dua kali lipat. Kalau ada rezeki lebih boleh lah sesekali coba menginap di sana.

Wow! Hotel ini benar-benar memukau banget ya guys? Tapi siap-siap dehh untuk menghemat uang supaya bisa kesini, hehhe.. Kalau mimin harus ngumpulin uang gaji nih biar bisa kesini wkwk. Tapi gak masalah lah ya kalau kalian yang punya uang lebih bisa langsung berlibur kesini, yapcus deh guys langsung kesini yaa.

Tumbeho Zen

The author Tumbeho Zen